Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengatakan ada tiga jenis startup yang kemungkinan bisa menjadi unicorn di Indonesia, yakni edu tech, health tech dan fintech.

Indonesia saat ini memiliki empat startup yang tergolong unicorn atau yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar, yaitu Go-Jek, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia.

"Selalu orang bertanya ke saya, unicorn berikutnya siapa sih kira-kira? Saya selalu katakan, clue-nya, satu adalah pendidikan. Mengapa pendidikan? Karena APBN kita itu berdasarkan undang-undang dasar 20 persen itu harus digelontorkan untuk pendidikan," ungkap Rudiantara usai membuka 'The Nexticorn International Convention-Digital Paradise' di Bali, Sabtu (13/10).


Rudiantara menambahkan tahun ini ada Rp400 triliun lebih digelontorkan untuk pendidikan, dan jumlah ini akan bertambah tahun depan.

"Itu kan kalau dapat satu atau dua persen saja sudah 10 triliun kalau dua persen. Jadi akan besar," kata dia. 

Untuk yang kedua, Rudiantara menyebut health tech juga memiliki peluang yang besar, sebab angka yang akan dihasilkan tidaklah kecil. 
"Karena berdasarkan undang-undang dasar kita, 5 persen kita harus dialokasikan ke kesehatan," katanya.

Menurut dia, lima persen itu sekitar Rp100 triliun lebih dibelanjakan, satu persennya saja sudah cukup besar.

"Dan jangan lupa Fin tech. Fin tech itu traksinya lagi tinggi. Investor senang dengan perusahaan yang traksinya tinggi. Artinya tiba-tiba market-nya naik," tutup Rudiantara.

 

(sumber : cnnindonesia.com)