Empat bank BUMN bersama dua BUMN lain berencana membuat perusahaan financial technology (fintech) bidang sistem pembayaran. Nantinya, fintech ini akan menggunakan teknologi quick response code (QR code).

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, perusahaan ini ditargetkan selesai kuartal I tahun ini. Dia menyebutkan dua BUMN di luar bank adalah PT Pertamina Persero dan PT Telkom. Sedangkan empat adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

"Dari sisi pembayaran ada rencana untuk Himbara, Telkom, Pertamina akan membuat fintech baru sistem pembayaran basis QR Code," ujar pria yang akrab disapa Tiko tersebut, Senin (7/1/2019).

Dia menyampaikan pembentukan fintech saat ini sedang dalam proses finalisasi. Peluncuran sistem QR Code Bank Mandiri memang akan disesuaikan dengan rencana tiga bank BUMN lainnya dalam Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara).

Sedangkan untuk rencana di bidang fintech lain, Mandiri berencana injeksi modal di Mandiri Capital Indonesia, namun Tiko belum merinci nilai tambahan suntikan modal tersebut.

Selain itu, untuk lini fintech afiliasi Mandiri lainnya yakni Amartha, Tiko mengatakan ingin meningkatkan penetrasi ke kredit mikro.

"Karena di Bank Mandiri, ultra mikro tidak masuk, tapi melalui Amartha bisa, kita melakukan dengan 'chanelling' melalui Amartha," ujar dia.

Saat ini belum ada perbankan yang ekspansif untuk layanan pembayaran QR Code karena masih menunggu peraturan standarisasi dari Bank Indonesia (BI).

Namun, terdapat lembaga jasa keuangan pembayaran non bank yang sudah aktif menjajakan layanan QR Code seperti Go-Pay dan juga OVO.