Kenaikan suku bunga acuan BI 7DRR rate membuat kencederungan nasabah menempatkan dananya di deposito semakin besar. Salah satunya di PT Bank Permata Tbk.

Djumariah Tenteram, Direktur Perbankan Ritel Bank Permata mengatakan, meskipun tendensi nasabah menempatkan dana di deposito lebih besar, namun investasi di reksadana saham dan obligasi juga masih cukup besar. “Terutama untuk obligasi ritel (ORI) dan saving bond ritel (SBR),” kata Djumariah kepada kontan.co.id, Kamis (8/11).

Meski tren penempatan dana di deposito naik, Djumariah belum merinci lebih jauh mengenai angkanya. Sebagai gambaran, porsi dana murah atau CASA Bank Permata sampai kuartal III 2018 menyumbang 44% dari total dana pihak ketiga (DPK) atau senilai Rp 45,7 triliun. Sedangkan, simpanan deposito sebesar Rp 56,4 triliun.

 

(amw/sumber : kontan)