Modalku menandatangani kerja sama dengan perusahan pelat merah, PT Askrindo (Persero). Kolaborasi keduanya menjadi bagian dukungan kepada UMKM mendapatkan pola pembiayaan melalui perusahaan Fintech.

Pembiayaan melalui fintech ini bertujuan memitigasi risiko gagal bayar serta merealisasikan manfaat hadirnya teknologi pada industri keuangan bagi para pemberi pinjaman atau lender dalam rangka memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Melalui kerja sama Modalku dengan Askrindo sebagai penanggung risiko diharapkan akses permodalan dan tingkat kepercayaan industri keuangan kepada pelaku UMKM semakin baik dan UMKM dapat tumbuh dan berkembang di era globalisasi dan digitalisasi yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari PT Askrindo (Persero) sebagai perusahaan yang mendukung program pemerintah terutama UMKM.

Direktur Operasional Ritel Askrindo Anton Fadjar A Siregar mengatakan, pada tahap awal kerja sama ini, objek pertanggungan yang ditanggung oleh Askrindo adalah KMK Project Financing berbasis Invoicing (pre- financing dan post-financing) “Askrindo akan memberikan ganti rugi kerugian yaitu pada sisa pokok pinjaman,” ujar Anton.

Sementara itu, Co-Founder & COO Modalku Iwan Kurniawan menilai kolaborasi bersama Askrindo akan menciptakan ekosistem keuangan yang lebih sehat, yaitu dengan meningkatkan standar perlindungan konsumen untuk pengguna teknologi finansial.

“Mewujudkan mitigasi risiko bagi pemberi pinjaman merupakan implementasi dari masukan pengguna Modalku sendiri,” tambah Iwan.

Modalku merupakan platform peer-to-peer lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Di Asia Tenggara, Modalku beroperasi di Indonesia, juga di Singapura dan Malaysia di bawah nama Funding Societies. Di Indonesia, saat ini Modalku melayani wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.