MNC Finance sebagai salah satu unit bisnis dari MNC Group yang bergerak dibidang pembiayaan hadir mengenalkan beragam produk dalam acara Multifinance Day di Trans Studio Mall (TSM) Makassar mulai tanggal 26 hingga 28 Oktober ini. Acara yang mengusung tema Leading The Way Growth Opportunities itu diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) bersama 34 perusahaan multifinance di Indonesia, salah satunya adalah MNC Finance.

Branch Manager MNC Finance Cabang Makassar, Muh Salman kepada Koran SINDO Makassar, kemarin, mengatakan keikutsertaan MNC Finance dalam acara tersebut sebagai upayanya dalam branding dan mengenalkan solusi keuangan yang dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat. Ada dua produk yang dikenalkan pada kesempatan tersebut diantaranya Reguler Oto yang memberikan pelayanan pembiayaan untuk jual beli mobil bekas dan MNC Express layanan pembiayaan dengan jaminan BPKB.

"Kita ikut kegiatan ini untuk branding MNC bahwa ada finance yakni lembaga keuangan yang bisa mencover kebutuhan masyarakat. Kalau produk kita ada jual beli mobil bekas dan pinjam dana ekspres mau pinjam dana bisa di proses cepat," katanya.

Pihaknya menargetkan dapat menyalurkan kredit hingga Rp4 miliar setiap bulannya yang terdiri atas Rp3 miliar untuk Reguler Oto dan Rp1,5 miliar untuk MNC Ekspress. Dia berharap hingga akhir tahun dapat mencapai target Rp48 miliar tersebut hingga 80%.

"Kontribusi terbesar lebih Reguler Oto karena memang sudah lama tapi ke depan arahnya kita lebih ke MNC Ekspress karena di Makassar pinjam dana pangsa pasarnya sangat prospek. Realisasi per bulan dari target bisa sampai 50%, harapannya sampai akhir tahun semoga bisa 80%," jelasnya.

Selain itu, melalui acara ini MNC Finance juga mengenalkan solusi pembiayaan kredit agunan dengan menggunakan aplikasi Bang kredit Mobile yang mudah diakses, proses pengajuan kredit yang cepat serta informasi persetujuan kredit yang transparan.

"Bang Kredit Mobile ini bisa di download oleh siapa saja dan dapat di akses jadi kalau membutuhkan bisa langsung akses aplikasinya. Kita kenalkan itu. Customer kan selalu bicara agunan dan bunga, kalau misal customer punya perbandingan lain bisa kita sesuaikan dan ajukan. Pokoknya kita fleksibel," terang dia.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi dan Maluku, Zulmi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada APPI baik pusat maupun daerah, yang menggelar Multifinance Day untuk ketiga kalinya. Tentunya, kata dia, ini sebagai langkah awal kegiatan inklusi dan literasi keuangan oleh industri keuangan khususnya perusahaan pembiayaan dari acara EXPO Inklusi dan Literasi Keuangan yang telah diadakan beberapa waktu yang lalu.

APPI sendiri merupakan wadah dan penyalur aspirasi perusahaan pembiayaan untuk menciptakan, memelihara serta memupuk kerja sama yang saling memberi manfaat untuk pengembangan usaha pembiayaan di Sulawesi Selatan. “Tentu saja kami berharap kegiatan ini akan dirasakan manfaatnya baik oleh anggota asosiasi itu sendiri yang ada di daerah ini maupun oleh pemerintah daerah, sebagai cerminan dari tumbuhnya perekonomian yang dipacu atau didukung oleh perusahaan pembiayaan yang berkualitas,” ujarnya.

Saat ini diungkapkan Zulmi, di Sulsel jumlah perusahaan pembiayaan yang ada kurang lebih 68 perusahaan, yang mana dari perusahaan pembiayaan tersebut memiliki 240 kantor cabang dan 55 kantor selain kantor cabang, yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

“Hal ini tentu saja menunjukkan bahwa rekan-rekan pembiayaan telah melihat peluang pasar yang cukup besar di wilayah Sulawesi Selatan pada khususnya dan wilayah Sulampua pada umumnya,” terangnya.

Kendati demikian, masyarakat Sulsel masih minim pengetahuan tentang apa itu pembiayaan (finance), bagaimana berinvestasi di perusahaan pembiayaan, manfaat pembiayaan dan sebagainya, sehingga masih dibutuhkan kerjasama yang solid antara OJK dan rekan-rekan pelaku dalam meningkatkan pemahaman mereka melalui banyak kegiatan edukasi.

Apalagi, berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2016, diketahui bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Sulawesi Selatan adalah sebesar 28,4% yang sedikit lebih rendah dari tingkat literasi keuangan nasional sebesar 29,7%, dan tingkat inklusi keuangan masyarakat Sulawesi Selatan sebesar 68% yang lebih tinggi dari tingkat inklusi keuangan nasional sebesar 67,8%.

Sementara, untuk tingkat literasi keuangan atau pemahaman masyarakat secara sektoral terhadap sektor pembiayaan untuk nasional pada tahun 2016 mencapai 13.0% dan tingkat inklusi keuangan sektor pembiayaan pada tahun 2016 sebesar 11,8%. Hal ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan jasa lembaga jasa keuangan, namun tidak memahami produk yang dibeli atau digunakan. Kondisi ini tentu menjadi hal yang menarik bagi perusahaan-perusahaan investasi bodong yang saat ini cukup marak.

“Atas dasar itu, kami berharap melalui kegiatan ini, kita sama-sama bergerak secara masif untuk melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat baik dalam lingkup kecil maupun dalam event-event besar, sehingga pemahaman masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan, produk keuangan, khususnya pembiayaan dapat meningkat secara pesat, dan tentu saja kami berharap dengan peningkatan pemahaman tersebut, jumlah penjualan produk jasa keuangan akan meningkat pula,” harapnya.

Untuk itu, Zulmi berharap APPI sebagai wadah bagi perusahaan Pembiayaan kiranya dapat membawa nilai positif, bersinergi dalam memberikan jasa layanan dan edukasi kepada masyarakat.

 

(amw/sumber : sindonews)