Memiliki barang impian adalah hak setiap orang. Namun, terkadang keinginan tersebut harus dipendam lantaran kemampuan finansial tidak mendukung. Contohnya saja rumah atau mobil yang harganya bisa sampai ratusan juta rupiah. Padahal rumah merupakan kebutuhan primer.

Tapi itu dulu. Sejak hadirnya sistem cicilan atau kredit, membeli rumah atau barang lain bukan lagi sekadar angan-angan. Semua bisa diwujudkan. Sayangnya, akibat tidak dapat mengelola keuangan dengan baik atau gaya hidup terlalu konsumtif, menimbulkan masalah terjebak pada persoalan kredit macet.

Alih-alih bersuka cita karena berhasil menggenggam barang impian, Anda malah dipusingkan oleh utang yang membengkak. Oleh karena itu, perlu ada strategi atau cara agar Anda terhindar dari yang namanya kredit macet ini. Apa saja?

1. Menghitung Pengeluaran

Strategi pertama yang bisa Anda terapkan adalah menghitung pengeluaran selama 1 bulan. Catat untuk apa saja uang Anda dibelanjakan. Urutkan pengeluaran dari yang terbesar hingga yang terkecil. Dengan melakukan kiat ini, manfaatnya jadi tahu bagaimana perilaku Anda dalam menghabiskan uang setiap bulan.

Jadi kalau ternyata melihat ada pengeluaran yang kurang atau tidak penting, Anda harus menekan atau menghilangkannya di bulan-bulan berikutnya. Uang dari penghematan tersebut ditabung atau digunakan untuk membayar cicilan kredit.

2. Sesuaikan Tenor Cicilan dengan Keuangan

Dalam hal pengajuan cicilan, baik itu angsuran kendaraan, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga barang elektronik, biasanya kreditur memberikan simulasi cicilan yang akan disesuaikan dengan kemampuan debitur. Sebelum Anda mengajukan pinjaman, cermati simulasi tersebut.

Pilih tenor atau jatuh tempo cicilan kredit yang tepat, karena itu akan menentukan besaran cicilan Anda setiap bulan. Jadi sesuaikan segala sesuatunya dengan kemampuan keuangan Anda agar membayar cicilan menjadi lebih ringan, tepat waktu, dan konsisten.

3. Cari Pekerjaan Sampingan

Kalau sudah siap mengajukan pinjaman, berarti Anda harus siap dengan kewajiban membayar angsuran per bulan. Gaji yang diperoleh harus disisihkan untuk memenuhi tanggung jawab tersebut. Jika gaji pas-pasan, Anda bisa mencari pekerjaan sampingan guna menambah penghasilan. Risikonya ya capek. Namanya juga harus mengeluarkan tenaga, waktu, dan pikiran lebih.

4. Jual Barang Pribadi yang Sudah Tidak Terpakai

Coba lihat barang-barang di kamar maupun rumah Anda? Apakah ada yang sudah tidak terpakai? Kalau ada, bahkan jumlahnya banyak, Anda dapat mengumpulkan dan menjual barang-barang tersebut kepada teman atau lewat media sosial maupun e-commerce. Lumayan kan barang bekas bisa jadi uang buat tambah-tambah isi dompet dan membayar cicilan utang. Rumah pun jadi tidak sumpek lagi dengan barang-barang menumpuk.

5. Buat Rekening Khusus

Terkadang, godaan menarik uang dari rekening kerap muncul. Tanpa disadari, saldo di rekening pun menipis, sementara pembayaran cicilan telah memasuki jatuh tempo. Hal ini tentunya tidak mengenakkan, bukan? Guna menghindari situasi seperti ini, alangkah baiknya jika Anda memiliki rekening pribadi yang terpisah atau rekening khusus.

Satu rekening untuk keluar masuk pendapatan setiap bulan, dan satu rekening lagi khusus untuk menyimpan uang cicilan. Ribet? Tidak dong, justru Anda akan terbantu dengan cara tersebut. Tapi ingat, tabungan uang cicilan utang di rekening khusus tidak boleh diganggu gugat. Jangan sampai tergiur untuk menariknya.

Disiplin Bayar Cicilan Supaya Hidup Tenang

Sebetulnya berutang tidak salah kalau digunakan untuk hal-hal produktif, seperti mengajukan KPR. Selain memiliki hunian, Anda juga sekaligus berinvestasi. Termasuk membeli barang impian menggunakan kartu kredit. Asalkan Anda disiplin membayar cicilan kredit setiap bulan agar hidup Anda tenang dan senang. Semoga bermanfaat.