BERN, Swiss - Sebanyak 30 stakeholder di sektor finansial, yang terdiri dari regulator, pelaku industri, asosiasi, dan kamar dagang, berkumpul di Bern, Swiss, untuk melakukan misi menemukan fakta-fakta di sektor financial technology di Swiss.

Dalam agenda yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern selama 4 hari penuh, para delegasi akan melakukan kunjungan ke berbagai organisasi di sektor financial antara lain State Secretariat for International Financial Matters, Switzerland Global Enterprise, Swiss National Bank, juga inkubator bisnis dan akselerator startup fintech setempat. Para delegasi juga akan bertemu dengan sejumlah asosiasi di sektor fintech di Swiss.

Di antara para delegasi yakni jajaran delegasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Anggota Dewan Komisioner Nurhaida, jajaran delegasi Bank Indonesia, perwakilan, Bukalapak, Investree, Amartha Mikro Fintech, bank BUMN, bank syariah, dan bank perkreditan rakyat.

Duta Besar RI untuk Swiss dan Lichtenstein Muliaman D. Hadad mengatakan ekosistem fintech di Swiss telah matang, baik dari sisi regulasi, industri, sumber daya manusia, juga infrastruktur.

"Swiss ini memperlakukan fintech agak istimewa. Dulu Swiss terkenal sebagai tax haven, tapi pasca exchange of information di area perpajakan daya tarik mereka sebagai tax haven kurang. Makanya Swiss menempatkan teknologi menjadi unggulan, prioritas," katanya saat menyambut para delegasi di Kantor KBRI di Bern, Selasa (6/11/2018).

Dia berharap, para stakeholder di sektor finansial teknologi di Indonesia dapat mempelajari landscape fintech di Swiss, kemudian membawa hasilnya ke Indonesia untuk membangun ekosistem yang kuat bagi fintech.

 

(amw/sumber : finansial bisnis)