PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) optimistis dapat menyalurkan pembiayaan hingga Rp700 miliar hingga akhir 2018. Sampai dengan awal Desember 2018, penyelenggara platform pinjaman langsung tunai (peer to peer lending) ini telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp690,54 miliar.

Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, dengan pencapaian kinerja tersebut, perseroan mampu menjaga rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan di bawah 1%, dengan tingkat kelancaran membayar sebesar 97,56%. Adapun penyaluran pinjaman perseroan baru mencapai Rp200 miliar.

“Pada tahun depan, kami berkomitmen untuk terus tumbuh dengan menjangkau masyarakat di piramida bawah,” katanya usai acara Gostartup Indonesia Scaleon, sebagaimana dikutip Bisnis.com, Selasa (4/12/2018).

Amartha telah menyalurkan kepada 164.539 pedagang kelas mikro di sekitar 35 kabupaten/kota di Indonesia. Kebanyakan pembiayaan disalurkan merata ke Pulau Jawa.

“Aspirasi kami bisa menjangkau yang di pelosok daerah seperti Indonesia timur dengan akses keuangan terbatas,” ujarnya.

Dari segi pendanaan, dia meyakini bahwa minat dan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi di platform P2P lending semakin meningkat.

“Kerja sama dengan institusi juga bertambah, misalkan channeling dengan perbankan. Ada Bank Mandiri, Permata, Bank Ganesha. Mereka komitmen untuk jangka panjang,” tuturnya.

 

sumber : bisnis.com