PT Cashlez Worldwide Indonesia, perusahaan fintech di bidang pembayaran mengeluarkan fitur Point of Sale (POS) aliasaplikasi kasir. Fitur ini diluncurkan gratis kepada merchant untuk meningkatkan strategi akuisisi merchant Cashlez. Khususnya, mereka menyasar UMKM di Indonesia. Fitur yang tersedia di sistem operasi Androin dan iOS itu diyakini dapat mempermudah aktivitas UMKM di Indonesia dalam proses pembayaran non tunai. Teknologi tersebut bisa digunakan merchant untuk mencatat dan memproses pembayaran secara nontunai. 


Chief Technology Officer Cashlez Rahmat Bagas Santoso mengatakan, fitur POS merupakan pengembangan yang dilakukan setelah mempelajari kebiasaan dan kebutuhan merchant dalam dua tahun terakhir. Penambahan opsi jenis pembayaran seperti layanan pembayaran QR Payment TCASH dan BNI YAP!, pre-authorization, recurring, installment, Virtual Account serta layanan pembayaran melalui Gerbang Pembiayaran Nasional (GPN) juga telah dikembangkan. 
"Harapan kami merchant dapat menerima berbagai jenis pembayaran yang terintegrasi dalam satu platform," ujar Rahmat dalam keterangan tertulis, Senin (15/10/2018). Ke depan, Cashlez akan menggunakan fitur Mandiri e-money dan metode pembayaran berbasis QR terbaru yang dikeluarkan Bank Mandiri, Mandiri Pay, yang saat ini dalam tahap pengembangan. 

Teddy Tee Setiawan, CEO Cashlez mengatakan, sebagai perusahaan rintisan, pihaknya selalu mencari cara yang efisien dan efektif dari segi biaya dengan melihat dan menyesuaikan kebutuhan pasar. Menurut dia, mengedukasi merchant untuk dapat mengadopsi pembayaran nontunai tidaklah mudah. "Oleh karena itu kami kembangkan fitur Point of Sale, harapan kami, idealnya, merchant dapat beralih dari bon atau nota kertas ke sebuah aplikasi Point of Sale yang di dalamnya juga disediakan fitur pembayaran nontunai terintegrasi yang dapat menumbuhkan bisnis mereka," kata Teddy.

 

(sumber : kompas.com)