Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih tinggi. Ini tercermin dari realisasi NPL UMKM di industri perbankan sampai Agustus 2018 yang mencapai 4,03%.

Rasio kredit macet ini lebih tinggi dari NPL industri perbankan pada periode sama sebesar 2,7%. Bank pun berupaya menekan NPL sektor UMKM ini.

Salah satunya, Bank Central Asia (BCA). Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA mengatakan, rasio NPL UKM BCA per September 2018 sebesar 1,5%. Rasio NPL ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

“Secara umum, faktor yang mempengaruhi NPL UKM adalah kondisi usaha dari masing-masing debitur,” kata Jan kepada kontan.co.id, Kamis (8/11).

Ke depannya, BCA akan tetap menjaga kualitas kredit agar tetap berada pada level yang sehat, dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Selain itu juga memantau kondisi bisnis serta faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kredit serta kemampuan pembayaran utang debitur.

BCA juga akan memprioritaskan penyaluran kredit ke nasabah yang memiliki hubungan dengan bank dan memiliki rekam jejak dan prospek usaha yang baik.

 

(amw/sumber : kontan)