PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) menargetkan segera merilis skema pembayaran berbasis QR Code. Jika tak ada aral melintang, perseroan memastikan fasilitas ini dapat dinikmati mulai Desember 2018.

Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Satyagraha mengatakan bahwa QR Code nantinya akan hadir sebagai pelengkap dari aplikasi mobile banking BPD Jatim. QR Code merupakan hasil pengembangan tim internal perseroan yang akan berfokus melayani kemudahan pembayaran.

"Belanja IT kami tahun ini Rp43 miliar dan baru terserap sekitar 50%. Sisanya akan dikeluarkan secara bertahap sampai peluncuran QR Code akhir tahun nanti," katanya, Kamis (25/10/2018).

Menurut Ferdian, ke depan pengembangan digital akan terus menjadi fokus perseroan. Bank Jatim juga berencana membuat digital lounge untuk memaksimalkan layanan pada nasabah.

"Kami proyeksi BOPO akan berada di level 65%-66% karena ada biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan QR code. Jadi pada tahun ini paling tidak BOPO akan dijaga stabil di posisi 65%," ujarnya.

Ferdian memastikan dampak dari penguatan digital tersebut yakni rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional atau BOPO akan meningkat 1%. Adapun sampai Kuartal III/2018, BOPO Bank Jatim berada di level 64,86% atau stagnan dari tahun lalu 64,89%.