PT Bahana Artha Ventura menargetkan penyaluran dana perusahannya mencapai Rp 100 miliar pada 2019. Target itu meningkat dibandingkan tahun ini yang mencapai Rp 65 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas usaha kecil dan menengah (UKM) yang memiliki potensi bisnis cukup besar. Alasannya, ada banyak UKM potensial di daerah yang tidak dapat penyaluran dana bank. Selain itu, Bahana Artha Ventura juga berencana memberikan bantuan pendampingan di samping bantuan permodalan.

"Inilah komitmen kami dalam membantu pemerintah dalam mendorong UKM untuk lebih memiliki daya saing. Dan memang ini yang menjadi target pasar kami,’’ kata Direktur Utama Bahana Artha Ventura Muhamad Siddik Heruwibowo dalam keterangan tertulis, Rabu (12/12).

Ke depannya, anak usaha BUMN ini juga akan meningkatkan pasar produk UKM binaannya melalui sistem digital. Dengan begitu, produk-produk yang ada bisa dipasarkan ke seluruh Indonesia hingga luar negeri. Bahana Artha Ventura juga telah menggandeng Bukalapak dan tengah menjalin kerja sama dengan e-commerce lainnya.

Di samping itu, Bahana Artha Ventura akan mengadakan lokakarya untuk binaannya agar bisa mengakses internet dan memasarkan produk melalui e-commerce atau media sosial. "Supaya ada sentuhan yang lebih menarik dalam mengemas produk saat akan difoto, sebelum dipromosikan ke berbagai online shop atau sosial media," kata dia.

Bahana Artha Ventura telah menjalin kerja sama dengan sejumlah BUMN termasuk PT Angkasa Pura II, Perusahaan Pengelola Aset, Airnav Indonesia, Peruri, Indonesia Natour, Perum Perumnas, Waskita Karya, Pelindo 2, Indonesia Rei dan ASDP Indonesia Ferry, Jamsostek, LPEI, dan Sarana MultiGriya Finansial untuk menyalurkan dana program kemitraan melalui sekitar 27 Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD) yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua.