Pengusaha Mikro adalah kalangan yang paling jauh untuk dijangkau oleh pembiayaan perbankan, sementara populasinya cukup besar. Berangkat dari permasalahan ini, Amartha muncul menawarkan solusi untuk usaha mikro. Apa dan bagaimana Amartha bisa membantu para usaha mikro di Indonesia ? dan bagaimana mereka mengantisipasi resiko yang potensial muncul ?

Amartha tidak lahir secara instan. Didirikan pada tahun 2010, awalnya berbentuk Lembaga Keuangan Mikro yang mengusung misi menghubungkan pelaku usaha di pedesaan yang kesulitan mendapat modal usaha. Kemudian Amartha tumbuh menjadi fintech peer to peer lending untuk menghubungkan langsung pengusaha mikro dengan pemodal secara online.

Dikutip dari situs resminya Amartha.com, Amartha percaya dengan teknologi yang tepat serta menghidupkan semangat komunitas, kalangan pengusaha mikro dapat menjadi peminjam yang berkualitas. Di sisi lain, berinvestasi di usaha mikro dan kecil terbukti menciptakan dampak sosial yang cukup baik.

Amartha yang dipimpin oleh CEO Andi Taufan Garuda Putra sejak awal beroperasi sebagai perusahaan fintech, telah menyalurkan lebih dari 500 Miliar Rupiah kepada lebih dari 140 ribu pengusaha mikro. Dengan nilai pembiayaan sebesar itu, Amartha mencatatkan 97,69% pembayaran dari para peminjamnya masuk kategori pembayaran lancar.

Amartha menawarkan imbal hasil hingga 15% per tahun kepada para investor atau pemodal. 
Ditambah lagi, nilai investasi yang relatif ringan mulai dari 3 juta rupiah dan pembayaran dalam periode mingguan serta fee transaksi yang rendah. 

Jangkauan pasar dari Amartha menembus hingga ke pelosok desa terpencil yang didukung oleh tenaga lapangan yang secara langsung menyosialisasikan produk-produk Amartha kepada para calon penggunanya.

Untuk mengantisipasi kredit macet atau gagal bayar, Amartha menerapkan sistem pengajuan berkelompok dimana 1 kelompok terdiri dari 15-20 orang dengan domisili berdekatan. Selanjutnya, seluruh anggota kelompok wajib mengikuti pelatihan untuk membangun komitmen tanggung renteng jika salah satu anggota mengalami kesulitan pembayaran. 

Sampai dengan review ini dibuat, fitur pendaftaran di website hanya diberikan kepada pendana alias pemberi modal. Sementara untuk mengajukan pinjaman, Amartha mewajibkan calon peminjam untuk menghubungi petugas lapangan terdekat atau menghubungi customer support atau email support yang tersedia.

 

 

 

-----

Review ini dibuat oleh tim editor modalantara.com berdasarkan situs resmi dari penyelenggara fintech dan belum sampai pada tahap ujicoba aplikasi yang bersangkutan. 

(sumber foto : swa.co.id)